SADARKAH ANDA, BAHWA GAYA BELAJAR KITA DAN GAYA BEKERJA ADALAH CARA HIDUP KITA
Kita semua punya suatu gaya belajar, gaya berpikir, dan gaya bekerja yang sama uniknya dengan sidik jari kita, setiap individu menerima informasi, menyimpan pengetahuan dan mengungkapkannya dengan cara yang berbeda. Pelajar, guru dan orang tua bahkan pemimpin bisnis sangat terbantu dengan mengenali gaya belajar masing-masing. sangat penting bagi mereka untuk memfasilitasi perbedaan-perbedaan individual tersebut.

Ternyata orang-orang yang pernah dianggap gagal di sekolah bisa menjadi tokoh dunia yang termasyhur.
- Thomas alfa Edison, Seluruh dunia mengenalnya, seorang penemu paling produktif sepanjang sejarah, pernah dipukul oleh gurunya hingga tuli karena dianggap bodoh dan “suka bingung” serta terlalu banyak bertanya.
- Winston Churcihill, Perdana menteri Inggris Era PD II yang sangat piawai berdiplomasi dan orator ulung, mendapat nilai buruk saat sekolah dan gagap jika bicara.
- Albert Einstein, Ilmuwan fisika terbesar abad 20, pernah gagal dalam pelajaran matematika saat awal SMA dan suka melamun.
- Beethoven, musisi jenius, diremehkan gurunya karena tidak bisa perkalian dan pembagian
- Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson, bahkan belum bisa membaca sampai usia 11 tahun
- Emile Zola, sastrawan besar yang pernah mendapat nilai nol dalam ujian akhir sastra
Jangan sampai anak-anak kita yang mendapat nilai buruk di sekolah dianggap gagal karena guru, orangtua bahkan masyarakat gagal mengenali dan memahai gaya belajar mereka
Namun Paradoks sampai saat ini Praktik pendidikan di kebanyakan negara di dunia terutama di Indonesia sangat menekankan pada kemampuan IQ seorang pelajar yang lebih menekankan pada kemampuan matematis dan lingustik. Pengajaran lebih menekankan metode pengajaran otak kiri yang analitis. Sehingga tidak ada ruang bagi kebanyakan pelajar untuk mengembangkan ketrampilan hidup dan kemampuan belajar agar bisa bertahan dalam situasi dunia yang berubah dengan cepat
Pengetahuan tentang otak (Neuroscience) akan mengubah untuk selamanya cara mengajar dan belajar. Otak adalah organ untuk belajar karena seluruh pembelajaran terjadi di dalam otak dan disimpan disana.
Bagi para guru, ini berarti bahwa memahami proses belajar yang terjadi di dalam otak, menerima keragaman manusia dan kebutuhan-kebutuhan belajar mereka yang berbeda sehingga dapat mengarah pada praktik pengajaran yang lebih baik, yaitu dengan menggunakan learning tools dan teknik managemen kelas yang inovatif.
Bagi para pelajar, itu berarti dengan mengerti fungsi-fungsi unik otak seseorang dan gaya belajarnya akan menambah percaya diri, meningkatkan prestasi dan memperoleh keberhasilan dalam belajar. dengan adanya metode-metode belajar yang baru yang sesuai dengan cara kerja otak, siswa dapat belajar dengan lebih cepat dan lebih baik.
Sangat penting peran pendidik dan orang tua memahami implikasi gaya belajar dan pengetahuan otak sehingga kegiatan belajar di sekolah dan di rumah tidak sama dengan cara lama. Peran tersebaut adalah :
- Memberitahu kepada anak atau siswa cara memanfaatkan kekuatan gaya belajar mereka secara mandiri saat belajar di rumah, di sekolah maupun di tempat kerja.
- secara rutin memberi alternatif kegiatan belajar yang sesuai dengan karakter belajar mereka seperti visual, auditori atau kinestetik
- Menyusun kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan lingkungan yang aman dan nyaman
- memasukkan dua gaya pemrosesan otak, yakni holistik/global dan analitis kedalam gaya belajar dan ekspresi diri.
- Mengajarkan cara menghargai kompleksitas, potensi, dan keunikan setiap individu
SiapCerdas283
Alat Ungkap Potensi Unggul anda
NovaMind
The Powerful Thinking Tools
Pastibos
Managemen Sekolah cerdas



